Banyak Warga Suku Adat Talang Mamak yang Tidak Bisa Mengakses Layanan Program Penanggulangan Kemiskinan

Kondisi Sekolah Dasar di Desa Sungai Talang Limau (Dok. FITRA Riau)

Kondisi Sekolah Dasar di Desa Sungai Talang Limau (Dok. FITRA Riau)

Suku Adat Talang Mamak, atau dikenal dengan sebutan lain “Suku Langkah Lama “ atau “Suku Anak Dalam” merupakan suku pedalaman yang tinggal di pedalaman hutan Indragiri Hulu, Riau. Dengan pola hidup yang masih sangat sederhana, menggantungkan hidup dari hutan yang ditinggali. Aktivitas berburu, menangkap ikan, dan mengambil hasil hutan non-kayu menjadi aktivitas dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Lokasi bermukimnya warga Suku Talang Mamak, terletak di Kecamatan Kelayang, Kab. Indragiri Hulu, Riau. Bisa diakses melalui jalur darat dari Kota Rengat sekitar 3 jam perjalanan dalam kondisi tidak hujan. Karena keterbatasan akses transportasi dan komunikasi, maka tidak heran ketika warga Suku Anak Dalam ini masih memegang teguh adatnya.

Suku Adat Talang Mamak banyak yang masih menganut kepercayaan animisme, yaitu kepercayaan kepada leluhur nenek moyangnya. Suku ini juga masih percaya dengan kekuatan gaib/magis yang bersemayam di kawasan hutan, hal inilah yang mendorong warga suku adat ini menjaga relasinya dengan hutan. Hutan dipercaya mempunyai peranan penting dalam kehidupan sosial, sehingga mereka tetap menjaga kelestarian hutan. Walaupun sebagian besar masih menganut animisme, tetapi sebagian warga sudah ada yang menganut Islam.

Karena kepercayaan yang mereka anut tersebut, warga Talang Mamak masih kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan dan pendidikan yang menjadi hak mereka sebagai warga negara. Menyikapi hal ini, Forum Transparansi Anggaran (FITRA) Riau melakukan advokasi terhadap warga Suku Adat Talang Mamak, dimana lokasi ini merupakan lokasi wilayah tambang. Advokasi yang dilakukan berupa dialog dengan Distarduk.

Menurut Romagia, Program Officer Reversing Resource Curse di Indragiri Hulu, menyampaikan bahwa terkait administrasi kependudukan, sudah direspon pusat berupa dorongan membentuk kelembagaan yang akan mengeluarkan surat keterangan menikah supaya masyarakat bisa mendapatkan surat keterangan menikah dan akta kelahiran untuk anaknya. Arahan dari Dirjen Pusat, berupa pembentukkan perangkat lembaga yang akan memiliki otoritas menandatangani surat perkawinan secara adat.

Sedangkan terkait kelengkapan Kartu Keluarga dan KTP, FITRA Riau melakukan dialog dengan Distraduk, dan Distarduk akan melakukan pendataan dan rekam data. Distarduk meminta Kepala Desa melakukan pendataan, kemudian Kepala Desa diminta datang ke Kecamatan untuk rekam KTP.

Menurut Roma, karena masalah kelengkapan administrasi kependudukan inilah, masyarakat suku adat Talang Mamak tidak bisa mengakses fasilitas pendidikan, kesehatan, dan lainnya karena semuanya bermuara pada kelengkapan administrasi.