Community Center Desa Sudu Diskusikan Temuan Limbah Blok Cepu

pencemaran limbah

Cairan diduga limbah yang berada di pekarangan rumah warga (Dok. Community Center Desa Sudu)

Ditemukan cairan mirip solar di pekarangan warga Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro (02/05) lalu. Diduga cairan ini berasal dari limbah industri PT Dwi Jaya Banyuurip (PT DJB). Perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan rekanan Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL) sebagai pengelola lapangan minyak dan gas bumi Banyuurip Blok Cepu. PT DJB ini merupakan perusahaan pengelola jasa transit limbah industri EMCL ke PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI).

Menanggapi temuan pencemaran lingkungan akibat limbah di Desa Sudu ini, warga Desa Sudu yang tergabung dalam Community Center (CC) melakukan diskusi di sekretariat Bojonegoro Institute satu minggu setelahnya (9/5). CC ini merupakan sebuah komunitas warga terdampak dari aktivitas pertambangan (migas) yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat miskin dan advokasi kebijakan.

“Ada sekitar 10 pekarangan warga yang terkena dampak limbah ini.” ujar Rudi, ketua CC Desa Sudu. Sedangkan warga masih menggunakan sumber air dari sumur bor untuk mencukupi kebutuhan air sehari-hari. Warga khawatir limbah ini akan mencemari sumber air.

Diskusi ini menghasilkan rencana strategis untuk menyikapi temuan pencemaran limbah, yaitu menginventarisasi bukti-bukti, pemetaan aktor yang diduga terlibat, analisa regulasi, akses informasi, izin perusahaan, amdal/PKA UPL, serta melapor ke Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bojonegoro.

Beberapa hari kemudian pihak BLH Kab. Bojonegoro (13/05) melakukan peninjauan lokasi. Sekretaris BLH Agus Haryana mengatakan “Untuk memastikan hal ini kami harus mengambil sampel dulu untuk diuji ke laboratorium terakreditasi” ujarnya. Dia juga menyarankan bahwa perusahaan seharusnya mempunyai Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) agar sisa limbah industri aman dan tidak mencemari lingkungan sekitar.

Referensi:

1. Beritajatim.com
2. Bojonegoro Institute