Data Kemiskinan untuk Program Penanggulangan Kemiskinan yang Efektif

SOMASI NTB menggelar pelatihan penyusunan data kemiskinan bagi SKPD di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), pada 9-10 Juni lalu. Pelatihan penyusunan data kemiskinan ini difasilitasi oleh Yuri Tetanel dan Eko Purwanto dari SAPA (Strategic Alliance for Poverty Alleviation).

Seringkali permasalah yang dialami dalam program penanggulangan kemiskinan ini adalah kurang tepatnya sasaran penerima manfaat dari program. Hal tersebut ternyata dipicu oleh data kemiskinan yang belum terintegrasi, data kemiskinan yang berbeda-beda dari setiap SKPD.

KSB sebagai kabupaten yang kaya dengan sumber daya alam, tentunya harus mempunyai strategi penanggulangan kemiskinan yang efektif agar kutukan sumber daya alam tidak terjadi. Untuk menyelesaikan permasalahan data kemiskinan, maka diadakanlah workshop penyusunan data kemiskinan. Dengan adanya data kemiskinan yang terintegrasi, tentu memudahkan pemerintah untuk mengecek dan menggunakan data tersebut, mendorong usaha penanggulangan yang efektif, serta memungkinkan masyarakat mengakses data tersebut.

Hasil akhir yang diharapkan dari proses penyusunan data kemiskinan ini adalah adanya Poverty Resources Center. Poverty Resources Center atau peta kemiskinan ini nantinya menjadi pusat koordinasi, integrasi, validasi, dan monitoring percepatan penanggulangan kemiskinan di daerah.

Hadir dalam pelatihan penyusunan data kemiskinan ini sebanyak tujuh belas orang perwakilan dari SKPD-SKPD di KSB. Dengan penuh antusias mereka membawa data kemiskinan masing-masing SKPD. Walaupun data yang dibawa mempunyai format yang berbeda, mulai dari data format excel, word, bahkan data dalam bentuk hard copy, semangat peserta tetap patut diapresiasi.

Fasilitator Yuri Tetanel awalnya mengenalkan penggunaan program Statplanet. Statplanet merupakan program untuk visualisasi data interaktif dan berfungsi sebagai alat pemetaan. Statplanet ini akan digunakan untuk memvisualisasikan data kemiskinan di KSB.

Selanjutnya, peserta diarahkan untuk mencoba menginput data SKPD yang sudah dibawa oleh masing-masing peserta. Sembari peserta menginput data, para fasilitator mendampingi peserta agar tepat dalam menginput datanya. Setelah penginputan data selesai, maka peserta diarahkan untuk melihat hasil tampilan data yang sudah mereka input didalam statplanet. “Para peserta sudah baik dalam proses pemilihan dan penginputan data, hanya tinggal melakukan latihan yang lebih sering saja”, ujar Yuri Tetanel.

Setelah penginputan selesai, peserta kemudian diberikan ujian sebagai bahan latihan. Hasilnya, para peserta sudah bisa menyelesaikan dengan baik, bahkan bisa mempresentasikan hasil penginputan data di hadapan forum yang juga dihadiri oleh Kepala Bappeda KSB.

Diakhir pelatihan ini Kepala Bappeda KSB berpesan agar ilmu dari pelatihan ini dapat disebarluaskan dengan SKPD yang belum dapat hadir dalam pelatihan tersebut, dan tentunya agar diharapkan dapat menerapkan hasil dari pelatihan untuk peningkatan pelayanan maupun penanggulangan kemiskinan. (Mel/Asr/Bud)