Kabupaten Inhu Kembangkan Resource Center

Masalah yang seringkali ditemui terkait data kemiskinan adalah data dari masing-masing SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang tidak terintegrasi. Menyikapi hal ini, pemerintah Kabupaten Inhu bersama FITRA Riau mengembangkan resource center, sebuah pusat data yang mengintegrasikan data dari berbagai SKPD. Menariknya, resource center ini juga menyediakan data dan informasi terkait pengelolaan industri ekstraktif.

Penyusunan resource center ini dimulai dengan sebuah workshop yang bertujuan membangun pemahaman dan kerjasama dalam mengumpulkan data lintas SKPD. Data yang diintegrasikan adalah data kesehatan, pendidikan, kependudukan dan capil (dukcapil), pertanian dan peternakan, perkebunan, perindustrian dan perdagangan, koperasi dan UMKM, dan data kondisi sosial dan kependudukan.

“Integrasi data dan informasi ini penting karena menjadi dasar dalam pengambilan keputusan dan pembuatan kebijakan” ujar Romagia, Direktur Program RRC dari FITRA Riau. Untuk membangun resource center, setiap SKPD harus mengumpulkan data yang dimiliki masing-masing, kemudian data diinput oleh TKPKD (Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah).

Data yang sudah terinput, kemudian diintegrasikan dalam Statplanet. Dari total 10 SKPD, baru data dari 8 SKPD yang sudah terintegrasi dalam Statplanet. Statplanet merupakan sebuah software yang mampu memvisualkan data berdasarkan letak geografis. Sehingga data yang sudah terintegrasi bisa diakses dengan mudah, bisa dipilah berdasar geografis, dan berbasis online.

“Awalnya, proses pengumpulan data dari TKPK Kabupaten Inhu berjalan agak lambat, namun berkat dorongan dari tim Reversing Resource Curse, akhirnya resource center ini mulai dibangun” ujar Tarmidzi, Divisi Riset dan Data FITRA Riau.

Langkah selanjutnya adalah membuat data ini menjadi online, sehingga bisa diakses oleh publik. Namun, perihal meng-onlinekan data ini, TKPKD masih terhambat dengan lisensi penggunaan software. “Kami belum punya lisensi Statplanet, sehingga belum bisa dionlinekan” ujar salah satu anggota TKPKD. Selain itu, TKPKD dan FITRA Riau juga berencana bertemu dengan Bupati Inhu untuk memperlihatkan sejauh mana perkembangan resource center ini, dan berharap semoga ada dukungan regulasi dari pemda serta pembentukan Forum Data dan Informasi Kab. Inhu agar resource center bisa berfungsi secara berkelajutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *