Mensos Memastikan Warga Miskin Terdata Program Pemerintah

Minggu, 31 Mei 2015, 01:02 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH — Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengunjungi sejumlah rumah keluarga miskin di Aceh untuk memastikan apakah sudah terdata di program kesejahteraan sosial atau belum.

Dalam kunjungannya ke sebuah rumah keluarga miskin di Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya, Sabtu (30/5), Menteri Khofifah sempat menanyakan program kesejahteraan sosial apa yang sudah diterima.

“Apakah bapak ibu sudah terdata dalam program kesejahteraan sosial, seperti Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar maupun program Keluarga Harapan,” kata Menteri Sosial.

Dalam kunjungan tersebut, menteri juga menanyakan pendidikan anak-anak mereka. Serta program bantuan apa saja yang sudah diterima untuk menunjang pendidikan.

“Kalau belum menerima, tolong sampaikan data keluarga ke kecamatan untuk diteruskan ke pemerintah kabupaten dan selanjutnya ke Kementerian Sosial, agar terdata sebagai penerima program kesejahteraan sosial,” kata Menteri.

Sebelumnya, kunjungan serupa juga dilakukan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa ke sejumlah rumah keluarga tidak mampu atau penerima program keluarga harapan di Gampong Lamseupeung, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh.

Di rumah yang berada di pusat ibu kota Banda Aceh itu Menteri Sosial Khofidah Indar Parawansa menemukan ada anak keluarga miskin belum menerima Kartu Indonesia Pintar.

Setiap penerima kartu Indonesia pintar menerima bantuan uang tunai Rp450 ribu per orang per tahun untuk anak sekolah dasar (SD). Sedangkan SMP sederajat menerima Rp750 ribu, dan SMA dan sederajat menerima Rp1 juta.

“Dalam kunjungan saya ke sejumlah rumah keluarga tidak mampu masih ada anak keluarga miskin penerima program keluarga harapan belum menerima kartu Indonesia pintar. Ini di mana yang salah dan mengapa mereka belum terdata,” kata menteri.

Menurut menteri, bisa saja data penerima kartu Indonesia pintar belum valid. Karena itu, butuh penyisiran penerima kartu Indonesia agar tidak ada lagi anak-anak keluarga miskin yang belum terdata.

“Masih ada waktu menyisir data penerima kartu Indonesia pintar. Namun, kami berharap data ini valid sebelum memasuki tahun ajaran baru. Dengan kartu Indonesia pintar ini anak-anak bisa membeli kebutuhan pendidikannya,” kata Khofifah Indar Parawansa.

Redaktur : Esthi Maharani

Sumber : Republika.co.id