Pertamina Putus Kontrak 2 KUD Pengelola Sumur Tua

Rabu, 20 Mei 2015 17:06 SURYA.co.id| BOJONEGORO – PT Pertamina memutus kontrak kerja dua KUD pengelola sumur tua sejak 15 Mei 2015. Alasan Pertamina memutus kontrak tersebut karena dua KUD tersebut tidak melaporkan pengelolaannya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dan mengelola minyak sendiri lalu dijual ke pihak lain alias bukan ke Pertamina.

“Diputus karena (kegiatannya) tidak sesuai dengan isi kontrak kerjasama,” papar Sigit Dwi Aryono, Legal Relation Menejer Aset IV PT Pertamina usai rapat koordinasi dengan pihak Pemkab Bojonegoro di kantor Pemkab, Rabu (20/5). Dua KUD yang diputus kontrak itu adalah KUD Usaha Jaya Bersama dan KUD Sumber Pangan. Sekarang hanya KUD Karya Sejahtera yang masih menjalin kerjasama dengan pertamina. Ketiga KUD itu sudah menjalin kerjasama dengan pertamina sejak sekitar tahun 2007. Mereka dibolehkan mengambil minyak mentah di di kawasan Kecamatan Kedewan.

Alasan pihak Pertamina memutus kontrak itu karena kedua KUD tersebut tidak memberikan laporan pengelolaan kepada Pemkab, membuat sumur baru, serta mengelola minyak mentah menjadi bahan bakar jadi lalu dijual ke pihak lain. Kini, pihak Pertamina dan beberapa pihak mengintensifkan koordinasi guna menertibkan penambang liar di kawasan sumur tua. Beberapa pihak yang diajak koordinasi antara lain, Dinas Energi Sumberdaya Mineral, Polres, Kodim, Badan Lingkungan Hidup, Dinas Koperasi, dan Satpol PP.

“Penertiban nanti difokuskan kepada penambang luar supaya tidak masuk ke sana,” katanya. Namun, Sigit tidak bisa menyebutkan berapa jumlah penambang ilegal di kawasan Kedewan dan jumlah sumur minyak baru. “Jumlah penambang menunggu inventarisasi. Yang pasti, di sana hanya boleh ada penambang lokal (warga sekitar sumur tua),” bebernya. Penulis: Iksan Fauzi Editor: yoni Sumber : tribunnews.com