PWYP Gelar Pelatihan Penanggulangan Kemiskinan di Sumbawa Barat

Taliwang, Sumbawanews.com.- Publish What You Pay (PWYP), konsorsium Lembaga Swadaya Msyarakat (LSM) terus melakukan berbagai upaya untuk pemberdayaan masyarakat, termasuk salah satu yang menjadi sasaran program pemberdayaan itu adalah Sumbawa Barat. Sebagai bagian dari program pemberdayaan yang dilakukan melalui jaringan LSM di NTB, PWYP melalui SOMASI NTB menggelar pelatihan untuk penanggulanan kemiskinan, khususnya di Sumbawa Barat sebagai daerah tambang.

“Pendapatan Sumbawa Barat 90-an persen dari sektor tambang, jadi perlu perencanaan yang sistematis agar sektor tambang bisa menjadi berkah, bukan justru sebaliknya,” terang Koordinator PWYP, Maryati Abdullah, belum lama ini, kepada Sumbawanews.

Inilah yang menjadi faktor utama kenapa pelatihan ini digelar, melalui jaringan yang dimiliki PWYP yaitu SOMASI NTB, imbunya.

Sementara itu, koordinator program RRC Somasi NTB, Deni Wanputra, menerangkan, program pelatihan untuk penanggulangan kemiskinan ini adalah bagian dari progran RRC, dan SOMASI NTB sebagai jaringan dari PWYP Indonesia diberikan kepercayaan sebagai ‘tuan rumah’ kegiatan ini.

Ada banyak pihak yang dilibatkan sebagai peserta, diantaranya adalah LSM jaringan PWYP (Fitrah Riau, Bojongero Institute, MaTA Aceh) dan TKPKD (Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskian Daerah) untuk wilayah program RRC (Kabupetn Aceh Utara, Kabupaten Indragiri Hulu, Bojonegoro). Sementara itu, sebagai ‘tuan rumah’, di Kabupaten Sumbawa Barat, PWYP melalui SOMASI NTB, melibatkan banyak SKPD yang berkaitan langsung dengan penanggulangan kemiskinan.

“Ini adalah komitemen kami. Jadi bukan hanya pendampingan di desa dengan penguatan Comitas Center, tapi kami juga memberikan sumbangsih untuk melakukan sharing langsung langsung TKPKD di Sumbawa Barat dengan TKPKD lainnya. Dan yang paling penting adalah, dalam kegiatan ini, SAPA Indonesia yang merupakan tim pendamping TNP2K (Tim Nasional Penaggulangan Pengentasan Kemiskinan.red),” terangnya

Selain melakukan pelatihan, peserta juga diberikan kesempatan melakukan kunjungan langsung ke PT NNT, untuk melihat tentang pola kerjasama pemberberdayaan masyarakat dan juga kondisi pertambangan PT NNT saat ini. Menurutnya, hal itu penting, karena sebagai pendongkrak utama PDRB dan Pendapatan Daerah , PT NNT sudah seharusnya bisa memberikan sumbangsih lebih terhadap daerah, khususnya tentang pengetasan kemiskinan melalui program yang terencana dengan baik antara pemerintah daerah dan PT NNT.

“Newmont harus bisa berikan manfaat besar, terutama dalam hal pemberdayaan masyarakat. Dan hal itu harus diketahui oleh teman-teman luar kalau memang benar adanya. Apalagi sebelum kunjungan itu, secara teori sejumlah program telah disampaikan oleh manajer Sosial Relation PT NNT,” demikian, tutup Deni. (Unang Silatang)

Sumber : Sumbawanews.com