Community Center Telusuri Anehnya Bantuan Biogas dan Listrik

 

Ilustrasi Biogas (Sumber: disini)

Warga Desa Dasan Anyar, Kabupaten Sumbawa Barat yang awalnya dijanjikan akan mendapat bantuan listrik dan biogas mengeluh, pasalnya bantuan yang dijanjikan sebanyak 10 meteran listrik untuk 10 rumah warga yang membutuhkan, namun hanya 9 warga saja yang mendapat bantuan. “Hal ini menimbulkan prasangka negatif bagi pemerintah desa, bahkan muncul dugaan meteran listrik itu diambil oleh kepala desa” ujar Amalia Ulfa, pendamping Community Center (CC) Desa Dasan Anyar.

Ulfa dan warga desa yang tergabung dalam Community Center berinisiatif untuk mengkonfirmasikan langsung hal ini ke kepala desa. “Saat bertemu dengan kepala desa, kepala desa menyarankan kami untuk menanyakan hal tersebut kepada Dinas ESDM KSB.” Ujar Ulfa.

30 Maret lalu warga mendatangi dinas ESDM untuk mengetahui informasi lengkap mengenai bantuan listrik dan biogas yang disalurkan kepada warga di Desa Dasan Anyar. Warga mendatangi Kepala Bidang Energi, Sutarno. Berdasar penuturan Sutarno, program bantuan tersebut tidak berasal dari APBD KSB, namun bantuan dari pemerintah provinsi NTB. “Pihak ESDM dalam program ini hanya bertindak sebagai pendamping, karena pihak provinsi tidak mengetahui bagaimana kondisi di lapangan”. Pak Sutarno kemudian menyarankan warga untuk menemui pihak PLN Ranting Taliwang, karena PLN Taliwang ini dianggap lebih mengetahui persoalan listrik ini.

Di hari yang sama warga mendatangi PLN Taliwang yang berada di Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang. Nama pegawai PLN Taliwang yang direkomendasikan oleh pihak ESDM ternyata sudah berpindah tugas. “Kami akhirnya bertemu dengan Pak Tosan dan menurut Pak Tosan, PLN Taliwang hanya ditunjuk sebagai mitra.” Ujar salah seorang warga. Informasi tambahan yang didapat warga ternyata meteran listrik sudah habis, kehabisan stok meteran listrik ini bukan hanya terjadi di KSB, tetapi juga terjadi di seluruh NTB. Mengenai kapan stok meteran ini bisa didapat, warga disarankan untuk bertanya pada PLN pembantu Jereweh.

Dari penelusuran hari pertama, warga mengambil kesimpulan bahwa baik ESDM maupun PLN Taliwang tidak bisa memberikan penjelasan yang informatif mengenai hak warga Desa Dasan Anyar yang belum mendapat bantuan listrik.

Di hari kedua, warga kemudian mendatangi PLN Pembantu Jereweh. Namun, dari sini warga juga belum mendapatkan informasi yang jelas. Malah muncul satu nama yang disebut-sebut “Pak Ahmad”. Warga akhirnya bertemu dengan Pak Ahmad, teknisi pemasangan di wilayah Desa Dasan Anyar. “Saya hanya ditugaskan melakukan pemasangan di 9 rumah tangga.” Pak Ahmad juga tidak mengetahui siapa pemenang tender proyek ini. Menurut informasi sementara pemenang tender proyek ini berasal dari Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa.

Karena merasa dipingpong, pendamping CC bersama warga CC kembakli menemui Dinas ESDM KSB. Di pertemuan ini warga menyampaikan proses mereka menelusuri informasi tentang bantuan listrik. Warga juga menyampaikan keluhan tentang biogas, mengingat banyak yang rusak dan pemasangan alat ini tidak pernah disosialisasikan oleh ESDM.

Upaya uji akses yang kedua ini tidak membawa hasil apapun karena jawaban yang didapart tetap sama seperti saat uji akses pertama. ESDM hanya menanggapi bahwa terkait bantuan listrik mereka hanya pendamping, dan terkait biogas akan dilakukan sosialisasi lebih lanjut.