Lahirnya OKB di Kawasan Beroperasinya Exxon di Bojonegoro

“Di kawasan sekitar beroperasinya Exxon ada fenomena sesorang memiliki mobil tapi tidak bisa mengemudikannya,” ujar Abdi salah seorang penggerak masyarakat di kawasan beroperasinya Exxon kepada SatuDunia di Bojonegoro pada 11 Oktober 2017 lalu, “Di kawasan itu muncul banyak orang kaya baru (OKB) setelah perusahaan tambang migas beroperasi.”

Menurut Abdi, pada saat Exxon beroperasi banyak penduduk di sekitar beroperasinya perusahaan tambang menerima uang yang begitu banyak. “Sebelumnya mereka tidak pernah memegang uang yang begitu banyak,” jelasnya, “Mereka bingung saat uang begitu banyak ada di tangan mereka.”

Sehingga, lanjut Abdi, sebagian dari mereka membelanjakannya untuk membeli barang-barang konsumtif. “Salah satunya membeli mobil,” ujarnya, “Namun, ada penduduk yang membelikan tanah di tempat lain untuk investasi, tapi itu tidak banyak.”

Saat Exxon beroperasi, lanjut Abdi, mereka masih dipekerjaakan. “Mereka digaji yang tinggi,” jelasnya, “Namun, dalam tahapan selanjutnya, sebagian besar dari mereka sudah tidak dapat dipekerjakan lagi karena keterbatasan kompetensi.”

Kenyataan itu, lanjut Abdi, menjadi pukulan bagi sebagian masyarakat di sekitar tambang. “Sebagian dari mereka tidak mau lagi bekerja di daerah dengan gaji dibawah gaji yang sebelumnya,” lanjutnya, “Sebagian dari mereka justru memilih menjadi pengangguran dan sebagian lainnya bekerja di luar kota.”

Fenomena munculnya OKB di kawasan sekitar tambang juga dibenarkan oleh Naim, aktivis dari IdFos. “Itu adalah fenomena umum yang terjadi di kawasan dekat beroperasinya tambang migas di Bojonegoro,” ujar Naim, “Itu adalah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam progam-program sosial di kawasan sekitar tambang.”

Hal itulah yang membuat Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menjadikan pengembangan sumberdaya manusia melalui pendidikan vocational, salah satu prioritas program yang dibiayai dari Dana Bagi Hasil (DBH) Migas. “Tujuan peningkatan keterampilan ini adalah agar mereka bisa bekerja di tempat lain dengan gaji yang lumayan,” ujar Pak Biayanto, Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Kabupaten Bojonegoro saat wawancara dengan SatuDunia di Bojonegoro (12/10).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *