Munculnya ‘Bisnis Bimbel’ di Mojodelik Bojonegoro

“Saat ini di Bojonegoro, hampir seluruh siswa sekolah mendapatkan beasiswa,” ujar Pak Biayanto, Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Kabupaten Bojonegoro saat wawancara dengan SatuDunia di Bojonegoro (12/10), “Pembiayaan beasiswa itu diambilkan dari Dana Bagi Hasil (DBH) migas di Bojonegoro.”

Beasiswa itu sangat membantu bagi siswa-siswa dari keluarga miskin. “Kini tidak ada alasan lagi siswa putus sekolah karena miskin di Bojonegoro,” ujarnya, “Pendidikan memang menjadi prioritas yang dibiayai dari DBH migas di Bojonegoro.”

Namun, saat muncul beasiswa dari DBH migas itu, muncul ‘bisnis bimbel’ di Desa Mojodelik, kawasan yang berada di sekitar kawasan tambang Exxon di Bojonegoro. “Jadi ada guru sekolah di Mojodelik yang juga membuka bisnis bimbel (bimbingan belajar),” jelas Abdi saat wawancara dengan SatuDunia di Bojonegoro (11/10), “Murid sekolah yang ikut bimbel guru tersebut akan memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan murid yang tidak ikut bimbel. Sehingga banyak sekali anak yang ikut bimbel di guru tersebut.”

Agar tidak merasa berat, lanjut Abdi, ada peket pembayaran bimbel harian. “Misalnya satu hari Rp2000,-,” jelasnya, “Hal itu tidak memberatkan orang tua murid.”

Abdi menamakan fenomena munculnya ‘bisnis bimbel’ ini dengan istilah kartel bimbel. Namun, meskipun begitu Abdi menganggap ini hal biasa. “ Bisnis bimbel seperti ini sudah muncul di Bojonegoro,” ujar Abdi, “Tapi yang mengujutkan kini bisnis bimbel itu muncul di Mojodelik.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *