Pak Ji Kini Mampu Menyekolahkan Anaknya

Pak Ji, tukang becak motor (bettor) di Bojonegoro, kini mampu menyekolahkan anaknya. “Alhamdulillah, saya bisa menyekolahkan dua anak saya,” ujarnya kepada SatuDunia di perjalanan dari Hotel Fave ke Stasiun Kereta Api Bojonegoro (12/10).

Namanya Pak Ji. Kini sehari-hari ia menjadi tukang bettor di Bojonegoro. Biasanya ia mangkal di depan hotel Fave. Sebelumnya ia adalah pedagang kaki lima di sepanjang jalan Jend. Sudirman, Bojonegoro. “Waktu menjadi pedagang kaki lima pendapatan saya lumayan, mas,” ujarnya, “Tapi setelah ada penertiban PKL (Pedagang Kaki Lima), saya jadi tukang bettor.”

Meskipun sehari-hari sebagai tukang bettor dengan penghasilan pas-pas an, namun Pak Ji mampu menyekolahkan dua anaknya. “Anak pertama saya sudah lulus SMA,” ujarnya, “Anak kedua saya baru SMP.”

Sebagai tukang bettor dengan penghasilan pas-pasan, lanjut Pak Ji, keluarganya sangat terbantu pemerintah Kabupaten Bojonegoro dari Dana Bagi Hasil (DBH) Migas. “Setiap bulan kami mendapat bantuan sebesar Rp.1 juta,” ujarnya, “Bantuan itu sangat membantu kami untuk tetap menyekolahkan anak saya.”

Uang sekolah anak Pak Ji, yang masih SMP, sebesar Rp150 ribu per bulan. “Bantuan sebesar Rp1 juta per tahun meskipun belum memenuhi kebutuhan sekolah, tapi sangat membantu kami,” jelasnya, “Untuk menambah kekurangan itu, istri saya harus bekerja sebagai pembantu rumah tangga.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *